Follow me on Twitter RSS FEED

Dosa Kecil

Posted in By imron 0 komentar

Banyak dari kita yang menghindari dosa-dosa besar, tapi melakukan dosa-dosa kecil setiap hari,mungkin bisa setiap jam. dosa besar bagi mereka sangat menjijikkan, tapi secara sadar mereka melakukan dosa-dosa kecil yang berulang, sungguh miris ...
padahal ibnu athaillah pernah mengatakan bahwasanya dosa-dosa kecil yang dilakukan berulang lebih berbahaya daripada dosa besar itu sendiri.
dosa kecil yang sering kita lupakan antara lain:
1. ngomongin aib orang lain, padahal banyak diceritakan kalo ngmongin aib orang lain sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri,.. hiii, bisa kebayang gag menjijikan sekali ...
2. setelah ngomongin aib orang lain pasti ujung-ujungnya terselip Fitnah, nah ini yang sering kita abaikan, padahal dalam Al-Qur'an sendiri bahwasannya "Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan", huhhh serem bukannn ...
3. Nah, ini yang dosa kecil yang ketiga, orang yang berlebih-lebihan atau orang yang membanggakan diri atau sombong atau yaaa mungkin sekarang bisa disebut lebay smile emotikon , itu dosa yang kecil yang sering kita lihat di masyarakat-masyarakat... padalah dalam kitabNya Al-Qur'an, Allah tidak menyukai orang yang menyombongkan dirinya, dan dalam kitab ihya'ulumudin orang yang menumpuk-numpuk harta atau yang menyombongkan diri bukan lagi disebut fii sabilillah, tetapi disebut fii sabilis syaiton....
yach, mungkin kita bisa mengoreksi keadaan kita sendiri ya ditengah-tengah masyarakat sekarang ini, yang sangat jijik dengan dosa-dosa besar, dan padahal dosa-dosa kecil yang dilakukan berulang lebih menjijikan menurut aku.

Cahaya

Posted in By imron 0 komentar

saat aku buat kesalahan
tak sadar diri apa yang sedang aku lakukan
yang terbesit hanya kenikmatan
hingga menutup hati tentang azab Tuhan
      ku mengejar indahnya kenikmatan
      dari timur, barat, utara hingga selatan
      tak terbesit jika itu fana
      yang hanya perhiasan dunia
hingga sampai hati ini sempit
keadaan mulai melilit
terhambat perkara yang sangat sulit
tak ada apapun dihati yang terbesit
      keadaan tak memihakku
      hingga bingung untuk mengadu
      kemanapun kaki melangkah 
      hanya dihantui rasa bersalah
sampai saat aku tersadar 
bahwa aku masih punya Tuhan
tempat untuk memohon ampunan
dan penunjuk jalan kebenaran
      cahaya_Nya membuka mataku
      menentramkan hatiku
      menyelamatkanku
      ketika tiada lagi tempat mengadu 




                                                                                                                                 cak iim 

Empat Jalan Dalam Berislam (Syariat)

Posted in By imron 0 komentar


       Ajaran agama islam yang mula-mula diterima oleh masyarakat di P. Jawa adalah ajaran yang bersifat esoterik, khususnya ajaran makrifatullah atau ilmu tentang kesdaran akan kehadiran Allah.  karena itu ajaran makrifatullah yang di berikan di Nusantara khususnya P. Jawa diberikan secara berundak, dari kulit hingga isinya.
       kita tentunya sudah mengenal bahwa tataran ilmu dalam agama islam terdiri dari 4 Jalan. keepat jalan itu adalah: 1) syariat, 2) thariqat, 3) haqiqat 4) makrifat.

  1. Peranan syariat dalam agama
       Syariat adalah patokan dalam menjalankan agama, dan sudah ditentukan. hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan umat, sehingga dibentuklah aturan atau tata-cara baku sebagai identitas komunitas. syariat menjadi landasan moral seseorang dalam berbuat sesuatu, dan di pertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhannya. 
       menurut Syeh Siti Jenar, bahwa syariat berkaitan dengan hal-hal yang bisa menjadi patokan umum untuk hidup bersama atau hablum minan nas, dan terbentuk suatu kedisiplinan dalam hidup bermasyarakat. Syariat diturunkan juga dimaksudkan untuk membentuk individu-individu dan masyarakat yang hidup sehat dan kuat dan tidak bercerai - berai. Dalam Serat Wedhatama yang beliau tulis, Syariat disebut sebagai Sembah Raga ( kebaktian secara fisik), dan dinyatakan dalam Pupuh Gambuh, Bait 54-55, sebagai berikut :

Lire sarengat iku
kena uga ingaranan laku,
dhinin ajeg kapindone ataberi,
pakolehe putraningsun,
nyenyeger badan mrih kaot//

Wong seger badanipun,
otot daging kulit balung sumsum,
tumrah ing rah memarah antenging ati,
antenging ati nunungku,
angruwat ruweting batos//


        Syariat itu  Laku. Dalam bahasa Jawa, yang dimaksud laku dalam Serat Wedhatama adalah cara untuk melaksanakan pekerti yang baik dan sehat. Orang yang menjalankan syariat dengan benar, tentu akan makan secara teratur dan tidak berlebihan kecuali sebatas keperluan ragawi. puasa pun dilakukan dengan benar, dan bukan hanya memindahkan waktu makan. Bila Sholat dilakukan secara ragawi, maka gerakan sholat pun harus dikerjakan secara tetap, tertib dan sesuai jadwal. 

Dalam bahasa agama, syariat adalah wajibul yaqin, atau keyakinan wajib yang harus diikuti oleh pemeluk agama. Bila pengamalan syariat itu kita renungkan dalam-dalam, fungsi utamanya adalah untuk membangkitkan rasa disiplin.

jadi, syariat berfungsi untuk mengatur perilaku manusia agar dalam hidup bermasyarakat tidak berperilaku serba permisif  maupun sangat terkekang yang akan menghancurkan kehidupan sosial manusia. 








Design by: WPYAG
Blogger Template by Anshul | Funny Pictures.